Beranda > Wacana > Lawan Israel dengan Tekanan Ekonomi

Lawan Israel dengan Tekanan Ekonomi

Wawancara Dubes Palestina, Fariz Mehdawi (2)
Dubes Palestina menilai pemboikotan produk yang terkait dengan Israel sebagai cara tepat
Rabu, 31 Desember 2008, 08:30 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati

Pada seri kedua wawancara ini, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, mengungkapkan kelicikan Israel dalam menyerang Palestina dengan memanfaatkan situasi internasional saat ini. Sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, mengalami transisi kepemimpinan dan Dewan Keamanan belum memberikan aksi yang tegas dalam menanggapi serangan militer negara zionis tersebut. Lalu apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi Israel selain perlawanan fisik di Jalur Gaza? “Boikot produk-produk yang punya kepentingan dengan Israel,” kata Mehdawi kepada VIVAnews di ruang kerjanya, Selasa 30 Desember 2008. Berikut petikan seri kedua wawancara dengan Duta Besar Mehdawi Sudah berhari-hari menggempur rakyat Palestina, tampaknya Israel tidak peduli dengan reaksi dan kecaman masyarakat internasional. Tanggapan Anda?Kita tahu bahwa kita mempunyai situasi lemah di Amerika Serikat [sekutu utama Israel], dimana George W. Bush akan segera menanggalkan jabatannya [20 Januari 2009], dan penggantinya [Barack Obama] belum lagi resmi menduduki jabatan presiden. Maka, Israel mengambil keuntungan dari situasi tersebut, bahwa ada kevakuman kekuasaan di AS, sehingga mereka dapat melakukan [serangan] tanpa terlalu khawatir dengan anggapan komunitas internasional.
Tindakan maksimal yang dapat dilakukan AS hanya mengelola krisis dengan mengemukakan basa-basi di depan Dewan Keamanan PBB dan juga menganjurkan Dewan Keamanan dan komunitas internasional untuk mengambil aksi keras terkait serangan Israel di jalur Gaza berdasarkan hukum internasional dan hukum internasional tentang kemanusiaan.
Namun, Israel melakukan eksperimen senjata kepada kami. Mereka menggunakan bom modern yang bahkan tidak diizinkan oleh hukum internasional. Senjata-senjata itu tidak seharusnya digunakan untuk menyerang penduduk sipil, bukan untuk menyerang bangunan universitas di Gaza, bukan untuk menyerang mesjid, sekolah, dan warga sipil yang sedang berada di rumah mereka. Maksud saya, serangan itu bukanlah aksi mempertahankan diri seperti yang disebut oleh Tzipi Livni [Menteri Luar Negeri Israel]. Israel tidak pernah berada di bawah ancaman. Lalu dengan lemahnya pengaruh AS saat ini, bagaimana cara menghentikan aksi militer Israel?Kami tidak mencoba membangkitkan emosi orang-orang, namun kami memberi penjelasan kepada khalayak sehingga mereka dapat membantu kami, agar mereka memahami situasi kompleks yang kami hadapi. AS membawa pengaruh di Timur Tengah. Dan sekarang kita sedang berada dalam krisis finansial dan ekonomi dunia. Seluruh dunia mengharapkan “uang” di negara-negara Arab untuk menyelesaikan krisis keuangan dan ekonomi yang parah ini. Bagaimana mereka berharap demikian, padahal di saat yang sama mereka tidak menghargai penderitaan rakyat Palestina dan kurang stabilnya kondisi di Timur Tengah. Kami memiliki banyak sumber daya dan kami mempunyai banyak hal yang bisa dilakukan sebagai umat muslim. Kami pun memiliki pasar yang luas. Jadi tidak akan ada kekuatan politik tanpa kekuatan ekonomi. Kita harus mulai menyadari apa hubungan antara ekonomi, bisnis, dan kepentingan, dan kombinasinya dengan politik.
Saat ada penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW berbentuk karikatur di Denmark beberapa tahun lalu ada boikot terhadap produk Denmark. Lalu pejabat pemerintah meminta maaf, bukan karena mereka sadar akan kesalahan mereka, tetapi karena perusahaan dan produk-produk mereka mengalami kerugian maka mereka minta maaf.
Inilah kenapa saya mendorong setiap pihak untuk mencari produk yang berhubungan dengan kepentingan Israel di pasaran atau dengan mereka yang mendukung pendudukan Israel di Palestina, lalu lakukan kampanye melawan produk-produk tersebut. Kami mendukung mereka yang mulai berkampanye untuk memboikot produk-produk tersebut. Karena perusahaan-perusahaan itu memberi sumbangan bagi pendudukan Israel di Palestina. Seberapa efektifkah pemboikotan tersebut?Ini memang proses yang perlu waktu lama, tapi kami terus berharap akan ada keadilan. Kami yakin bahwa Tuhan tidak akan mengecewakan kami.
Seperti Afrika Selatan yang melawan apartheid, kami juga akan mampu menggalang solidaritas internasional. Ini bukan konflik militer, ini adalah konflik antara mereka di satu sisi dan mereka di sisi lain.
Ini adalah agresi melawan perdamaian dan hak-hak manusia. Kami tidak ingin saling menghancurkan, kami ingin hidup berdampingan, ada cukup ruang untuk hidup bertetangga, dan bekerja sama, bukan melakukan konfrontasi.

Kategori:Wacana
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s