Beranda > Metode pembelajaran > SKENARIO PEMBELAJARAN AL QURAN

SKENARIO PEMBELAJARAN AL QURAN

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

Kedudukan Al Quran di mata umat Islam adalah sangat mendasar. Ia merupakan sumber hukum paling utama, pedoman dan pandangan hidup yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Rosululloh SAW telah meletakkan tardisi mempelajari Al Quran kepada para sahabat dan diteruskan ke generasi-generasi selanjutnya. Tradisi belajar Al Quran perlu terus dikembangkan kapanpun dan dimanapun umat Islam berada.

Belajar Al Quran dapat dilakukan secara formal dan informal. Belajar Al Quran dilakukan secara informal karena kewajiban mempelajari Al Quran disandang oleh setiap pribadi muslim. Seorang muslim hendaknya tidak membatasi diri di mana ia belajar Al Quran, semestinya ia aktif mencari sumber pembelajaran Al Quran. Pembelajaran Al Quran secara formal tidak kalah penting, bahkan harus dikembangkan. Institusi pendidikan yang menyandang predikat Islam harus menjadi percontohan dalam hal pembelajaran Al Quran. Institusi pendidikan bukan hanya pesantren, tetapi juga institusi pendidikan umum yang ingin menanamkan nilai-nilai Al Quran kepada anak didiknya.

Pembelajaran Al Quran harus dilaksanakan secara profesional. Proses belajar mengajar yang dilaksanakan menggunakan metode yang efektif dan menerapkan sistem pembelajaran yang mendukung tercapainya pembelajaran Al Quran. Oleh karena itu perlu disusun skenario pembelajaran Al Quran sebagai langkah praktis dalam mensukseskan pembelajaran Al Quran.

1. Persiapan

  1. Penyambutan (tarhib) murid. Guru hadir lebih awal dari murid untuk menyambut siswa dengan jabat tangan, senyum, dan salam hangat.

  2. Memberikan kesempatan murid beristirahat, makan, minum, dan membuang sampah sisa makanan.

  3. Melatih murid bekerjasama merapikan buku Tartili dan perlengkapan lainnya, merapikan karpet, meja kecil (untuk pembelajaran di Masjid dan Aula), merapikan meja dan kursi (untuk pembelajaran di kelas), serta membantu menyiapkan alat peraga Tartili.

  4. Menata posisi duduk murid dengan memberi aba-aba julusan. Posisi duduk membentuk huruf U (tidak bersudut). Pastikan pandangan guru dapat menjangkau semua murid dan pandangan murid dapat menjangkau alat peraga dengan baik. Komposisi duduk dapat diatur sedemikian rupa sesuai karakter murid.

  5. Guru mengkondisikan murid meletakkan perlengkapan dengan rapi kemudian bersikap tenang.

2. Kegiatan awal

  1. Salam dengan suara jelas. Pastikan murid menjawab dengan kompak dan sempurna.

  2. Guru memilih salah satu murid dengan kriteria tertentu untuk memimpin doa sebelum belajar (misal murid yang paling rapi atau murid yang datang paling awal). Contoh aba-aba : julusan, istai’dduu li du’a, du’aan atau ibdau bi du’a.

  3. Guru bersama murid mempraktekkan sikap berdoa yang baik dan melafalkan doa dengan jelas dan kompak. Pastikan semua murid melafalkan doa dengan baik. Jika ada murid yang tidak melafalkan doa segera diberi nasihat atau diminta untuk mengulang doa.

Contoh doa sebelum belajar :

  • membaca QS. Al-Fatihah (sekaligus tahsin)

  • membaca sholawat

  • membaca doa sebagai berikut :

 doa sebelum belajar

 

  • Guru menyapa murid, menanyakan kabar, cek kehadiran murid

  • Apersepsi, pre condition. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melontarkan pertanyaan tentang materi sebelumnya, game singkat yang bermakna, atau dalam bentuk cerita.

3. Kegiatan inti

a. Klasikal alat peraga Tartili

Fungsi klasikal alat peraga :

  • penanaman konsep

  • pembiasaan membaca

  • membantu murid melancarkan buku

  • melancarkan halaman-halaman awal ketika murid sudah halaman akhir

Teknik klasikal :

 teknik klasikal

Penerapan teknik klasikal peraga :

– Semester 1 :

tabel penerapan alat peraga smt1

Keterangan :

1. Semester 1 65 x pert., 60 pert. untuk pembelajaran, 5 pert. untuk ujian

2. Isi dan jumlah halaman peraga dan buku sama.

 b. Baca simak

Fungsi baca simak :

  • melatih kepekaan murid mendengarkan bacaan Al Quran

  • pembagian waktu setiap santri adil

  • melatih murid membetulkan bacaan teman

Teknik baca simak :

  • Klasikal halaman yang akan dibaca dengan baca simak menggunakan buku

  • Murid pertama membaca baris 1, diikuti murid berikutnya membaca baris 2, dst. berputar sampai murid terakhir. Setelah selesai putaran 1, murid pertama membaca baris 2, murid berikutnya membaca baris 3, dst. sampai semua murid membaca semua baris yang ada di halaman baca simak.

  • Jika murid keliru dalam membaca langsung diluruskan, bisa oleh murid yang lain atau oleh guru.

Catatan :

  • Halaman baca simak dalam kelompok pembelajaran harus sama

  • Manajemen waktu yang baik

  • Guru selalu memotivasi murid untuk membaca dengan jelas dan sikap tertib

4. Kegiatan penutup

  1. Guru bersama murid muroja’ah hafalan juz 30

  2. Melakukan penilaian hafalan murid secara terjadwal

  3. Guru memberikan refleksi, evaluasi, dan motivasi

  4. Do’a penutup majlis dipimpin oleh salah satu murid

  5. Salam

  6. Murid berjabat tangan dengan guru dengan tertib

Dari pemaparan di atas, masih yang banyak yang harus diperbaiki, kami tunggu masukan dari anda.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s