Beranda > Tausiyah > Semangat Cinta Al Quran Tanpa Kekerasan

Semangat Cinta Al Quran Tanpa Kekerasan

Ummat Muhammad telah dimuliakan dengan AlQur’an karena  mukjizat ini telah mengentaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya. AlQur’an juga menjadi sumber keimanan dan amal sholih. Firman Alloh SWT : “Seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Alloh kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal sholih, dari kegelapan kepada cahaya” (Q.S. 65 Ath-Thalaq : 11).

Jika AlQuran telah diturunkan sebagai anugerah yang tidak ternilai, sudahkah tumbuh dalam diri kita sifat cinta AlQuran dengan segala konsekuensinya. Ataukah justru tanpa sadar kita terbawa arus manusia yang lalai dalam kebiasaan yang jauh dari AlQuran? Mari kita renungkan pesan dari sahabat Ibnu Mas’ud r.a : “Barangsiapa ingin mengetahui bahwa ia cinta kepada Allah, maka hendaklah mengukur dirinya dengan AlQur’an. Jika ia cinta kepada AlQur’an, berarti ia cinta kepada Allah”.

Kita patut prihatin kepada ummat saat ini. Tatkala peradaban manusia semakin berkembang,  manusia sibuk dengan berbagai urusan. Seluruh bidang kehidupan menyita perhatian dengan menekankan kepentingan duniawi. Imbasnya, kebanyakan manusia tidak menyediakan tempat di hatinya untuk AlQur’an. Hatinya lebih condong kepada kecintaan terhadap keluarga, materi, kedudukan, bahkan waktu-waktu luang yang dimiliki dimanfaatkan untuk menikmati hiburan (entertainment). Sedangkan AlQur’an dimasukkan dalam bidang yang terspesialisasikan yakni menjadi urusan lembaga-lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, Perguruan Tinggi Islam, ulama, mubaligh dan orang-orang khusus yang mendalami agama.

Kiat Menumbuhkan Cinta AlQur’an

Saatnya bagi kita mengukuhkan kepribadian cinta AlQur’an. Sesibuk dan sebanyak apapun aktivitas, kita tetap menjunjungtinggi AlQur’an. Bahkan AlQur’an yang akan memandu kita agar senantiasa berada di jalan Alloh SWT. Maka ada beberapa tips agar tumbuh dalam diri kita sifat cinta AlQur’an :

a. Bertawakal dan meminta pertolongan Alloh SWT. Kita berusaha senantiasa berinteraksi dengan AlQuran dan meminta pertolongan Alloh dengan sungguh-sungguh dan berdoa kepadaNya untuk dianugerahi sifat cinta AlQur’an.

b.  Menghadirkan penyebab cinta AlQur’an, salah satu yang paling utama adalah ilmu. Caranya dengan membaca tentang keagungan AlQur’an yang disebutkan dalam AlQur’an, As-Sunnah dan perkataan para ulama tentang cinta dan pengagungan terhadap AlQur’an. Ambillah pelajaran dari para sahabat dan ulama akan kecintaan mereka terhadap AlQuran dan kebaikan-kebaikan yang diperoleh dengan mencintai AlQuran.

c.  Menjadikan AlQuran sebagai kebutuhan, yakni perasaan muslim yang membutuhkan AlQuran sebagai petunjuk dan pedoman kehidupan. Menjauhkan dari perasaan terbebani dengan kewajiban terhadap AlQuran. Tanyakan diri sendiri, apa jadinya keberagamaan kita tanpa AlQuran?

d.  Memahami dan berusaha mewujudkan ciri-ciri muslim cinta AlQur’an. Diantaranya : Pertama, gembira bila bersua AlQuran. Kedua, duduk membacanya dalam waktu lama tanpa bosan dan jemu. Ketiga, merasa rindu bila terhalang membacanya beberapa waktu dan berusaha selalu dekat dengannya. Keempat, selalu merujuk AlQur’an dan memgambil nasihat-nasihat yang ada di dalamnya bila menemukan kesulitan hidup, baik berat ataupun ringan. Kelima,  menaati hukum-hukum dalam AlQur’an baik perintah ataupun larangan.

Cinta Al Quran sebagai Karakter Muslim

Metode turunnya AlQuran mengandung hikmah agung, yakni secara berangsur-angsur agar dapat dipahami, dilaksanakan dengan mudah dan menjadi solusi permasalahan yang dihadapi. Generasi sahabat merupakan sosok ideal yang berhasil mengambil hikmah ini. AlQur’an yang turun secara bertahap, mendidik mereka dengan pembiasaan untuk selalu bertindak sesuai petunjuk AlQur’an. Cinta AlQur’an telah menjadi karakter atau akhlak mereka sehingga menjadi teladan bagi manusia muslim agar memiliki karakter cinta AlQuran.

Seorang muslim yang mencintai AlQur’an akan menjadikan AlQur’an sebagai dasar  perilaku, baik hablumminalloh maupun hablumminannas. Hatinya dihiasi cinta AlQur’an terwujud dalam tingkahlaku. Karakternya terbentuk oleh AlQur’an sebagai pencerminan dari hati yang cinta AlQur’an. Ia dapat menentukan tindakan yang benar dalam situasi apapun karena jiwa dan pikirannya dipandu oleh AlQuran. Setiap tindakan yang timbul merupakan hasil dari kedekatannya dengan AlQuran dan muncul secara spontan tanpa pemikiran panjang.

Cinta AlQur’an bukan hanya meliputi perasaan dalam hati atau hubungan khusus antara seorang muslim dengan kitabsucinya. Lebih dari itu cinta AlQuran mestinya terejawantahkan dalam akhlak dan kepribadian seorang muslim.

Menebar Kasih Sayang dengan Cinta AlQuran

Akhir-akhir ini banyak terjadi peristiwa kekerasan atas nama agama. Agama dijadikan dalih dan pembenaran untuk menyakiti sesama manusia. Akibatnya secara sosial terbentuk citra atau anggapan di sebagian masyarakat bahwa agama adalah sumber kekerasan. Bahkan seseorang yang menganut agama dengan baik dan taat dengan membawa simbol-simbol Islam di sebagian tempat dicurigai dan timbul prasangka di lingkungan sekitarnya. Situasi ini telah dimanfaatkan oleh musuh Islam untuk merongrong dan melemahkan kekuatan islam. Bagaimana kita memecahkan permasalahan ini?

Sesungguhnya AlQuran diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Firman Alloh : “Dan tidaklah Kami utus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (Q.S.21 Al-Anbiya : 107). Sebagaimana pribadi Rosululloh SAW yang memliki akhlak   AlQur’an, beliau sangat menginginkan kebahagiaan bagi ummatnya dan seluruh manusia dan tidak menginginkan ummatnya menderita. Firman Alloh : “Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”(Q.S. 9 At-Taubah : 128). Karakter Rosululloh SAW sebagaimana diterangkan di atas tidak terbantahkan berdasarkan tinta emas catatan sejarah perjuangan beliau.

Seorang muslim yang cinta AlQur’an tentu memahami AlQur’an diturunkan sebagai bukti kasihsayang Alloh kepada manusia. Sehingga perbuatan kekerasan atas nama Islam tidaklah dibenarkan karena tidak sesuai dengan semangat AlQur’an. Maka setiap muslim wajib untuk menjaga kehormatan dirinya dan memperjuangkan agama Islam dengan santun, simpatik, memanusiakan dan menghindari tatacara kekerasan yang justru mencoreng nama baik Islam sendiri.

Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, di kantor, di sekolah, dan di lingkungan pergaulan, marilah kita wujudkan semangat cinta AlQuran dengan menebarkan kasihsayang terutama kepada saudara seiman, jauhi kekerasan atau perbuatan yang dapat menyakiti sesama baik secara fisik maupun psikologis tanpa alasan yang benar menurut Alloh dan RosulNya. Jadi, mari kita aktualisasikan kembali semangat cinta AlQur’an tanpa kekerasan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s