Beranda > Tausiyah > Mengenal Diri Sendiri untuk Mengenal Alloh Part 2

Mengenal Diri Sendiri untuk Mengenal Alloh Part 2

Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang yakin” (20), “dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”            (Q.S. Adz-Dzariyaat : 21)

Pada bagian satu kita telah membahas bahwa manusia dengan kemampuan berfikirnya memanfaatkan sistem saraf yang begitu rumit dan supercanggih. Perjalanan sistem saraf yang kita miliki ternyata menunjukkan kefakiran kita di hadapan Alloh SWT. Alasannya karena sistem saraf mutlak berjalan di bawah rancangan dan sunnatulloh. Hanya sebagian kecil dari perjalanan sistem saraf yang berada di bawah kehendak manusia, itupun tentu saja atas ijin Alloh SWT. Demikian juga pada jaringan otot yang menjadikan kita mampu bergerak dan pada organ-organ yang berada pada tubuh kita sendiri, hanya seagian kecil yang mampu kita kontrol dengan kesadaran kita karena mutlak peran dan kekuasaan Alloh sangat dominan di sana.

The Magnificent of Differrent

Kadang kita menemui berita yang menghebohkan di berbagai media tentang seorang ibu yang melahirkan bayi kembar empat, lima, atau enam. Luar biasa, perjuangan sang ibu dan bayinya yang kembar lebih dari tiga, Subhanalloh. Dalam pikiran kita akan terbersit kebesaran Alloh yang telah menciptakan rahim yang begitu kokoh dan dengan mudah menciptakan manusia dan kembar pula. Pertanyaannya, sebenarnya mana yang paling luar biasa, bayi yang kembar tiga, empat, lima, atau bayi yang tumbuh menjadi manusia yang berbeda-beda, milyaran jumlahnya.

Jika kita diminta membuat bangun datar simetris di atas kertas yang lebar, 5 bangun datar yang sama/kembar, itu mudah sekali. 10 bangun datar yang sama, itu juga masih mudah, bahkan jika kita diminta membuat 100 bangun datar, 1000, itu juga mudah. Apalagi jika diminta membuat dengan komputer, tinggal copy paste, jadi. Tapi bagaimana jika kita diminta membuat 100 bentuk bangun datar simetris yang berbeda, pasti sulit, 1000 bentuk bagun datar simetris yang berbeda, akan lebih sulit. Semakin banyak yang diminta semakin menyulitkan kita, meski dengan komputer sekalipun, dan itu baru sekedar bangun datar, sangat sederhana.

Alloh menciptakan sekian milyar manusia dalam bentuk yang sempurna dengan begitu mudah tanpa membutuhkan serikat dan peran serta dari selain Alloh. Milyaran manusia yang berbeda-beda karakternya, tidak ada yang wajahnya sama, tidak ada yang wataknya sama, tidak ada yang sidik jarinya sama. Bahkan manusia kembarpun pasti ada perbedaannya. Itu adalah desain dengan ketelitian yang Mahateliti. Hikmahnya, kita bisa saling mengenal satu sama lain. Coba bayangkan jika manusia diciptakan dalam rupa yang sama, meskipun setiap bayi yang lahir diberi nama yang berbeda, akan tetap menyulitkan bagi kita untuk saling mengenal sehingga kita menjadi bingung dalam bergaul dengan saudara dan teman yang serupa wajahnya. Melalui rupa yang berbeda-beda, kita bisa saling mengenal dengan melihat karakter masing-masing yang memiliki ciri khas yang berbeda. Sesuai dengan firman Alloh : “Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Alloh Maha Mengetahui, Mahateliti”. (Q.S. Al-Hujurot : 13).

Penciptaan manusia dengan karakter yang berbeda-beda dapat kita perhatikan di setiap benua pasti memiliki ciri khas masing-masing. Benua Afrika, Eropa, Asia, Amerika, Australia dihuni oleh manusia-manusia yang memiliki penampilan yang berbeda. Perbedaan ini bukanlah dikarenakan faktor alam atau adaptasi yang memunculkan perbedaan seiring dengan berjalannya waktu. Kalau ada pengaruh alam dan adaptasi itu bukanlah faktor utama. Tetapi manusia menjadi berbeda-beda karakternya karena memang Alloh menciptakan rancangan (desain) yang teliti sehingga manusia akan lahir dengan karakter yang berbeda-beda. Manusia memang ditakdirkan dan didesain penciptaannya untuk menjadi berbeda-beda, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa, bukan karena faktor alam atau adaptasi. Paragraf selanjutnya akan menguraikan tiga desain luar biasa yang menjadikan tidak ada satupun manusia yang serupa (identik) karakternya.

Greatdesign in Metafase I of Meiosis

Setiap manusia dilahirkan dengan mewarisi sifat-sifat dari kedua orangtuanya. Tetapi tidak ada bayi lahir dan tumbuh dewasa yang serupa dengan ibunya atau ayahnya. Kita boleh mengatakan seorang anak mirip dengan ibunya atau mirip dengan ayahnya, tapi tidak akan pernah mengatakan seorang anak serupa (identik) dengan ayahnya atau ibunya. Hal ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi variasi genetik diantara manusia. Salah satu rancangan tersebut terjadi pada proses pembelahan meiosis (pembelahan sel reproduktif yang menghasilkan sel gamet pada ayah atau ibu) pada tahap metafase I.

Pembelahan meiosis menghasilkan pemilahan kromosom paternal dan maternal secara bebas ke dalam sel gamet sehingga setiap sel gamet hasil pembelahan memiliki paket gen lengkap yang akan diwariskan kepada keturunan. Masing-masing gamet mewakili satu hasil dari semua kemungkinan kombinasi antara kromosom maternal dan kromosom paternal. Jumlah kemungkinan kombinasi ketika kromosom memilah secara independen menjadi gamet selama meiosis pada manusia adalah 223 atau sekitar 8 juta kemungkinan. Karena itu, setiap gamet yang dihasilkan oleh manusia memuat satu dari 8 juta kemungkinan pemilahan kromosom yang diwarisi dari bapak dan ibu individu tersebut.

Jadi intinya mengapa manusia dilahirkan berbeda-beda karakternya karena masing-masing dari kita adalah satu dari 8 juta kemungkinan variasi genetik yang mungkin diturunkan oleh ayah atau ibu kita. Dengan 8 juta kemungkinan dari masing-masing individu ini tentu sangat mudah bagi Alloh untuk menciptakan manusia dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku tanpa ada satupun yang serupa. Meskipun demikian, satu dari 8 juta kemungkinan itu tidaklah ditentukan secara acak karena Alloh Maha Berkehendak sehingga kita dilahirkan ke dunia dengan berbagai karakter yang kita miliki bukanlah hasil dari pemilihan secara acak, tetapi ditentukan dengan kehendak Alloh SWT tanpa ada kesulitan sedikitpun.

 The Miracle of Crossing Over

Setiap dari kita memiliki sifat khas sebagai hasil dari kombinasi antara sifat ayah dan sifat ibu yang diwariskan. Tidak ada satupun dari kita yang mewarisi sifat ayah secara mutlak atau mewarisi sifat ibu secara mutlak, yang terjadi adalah kombinasi dari keduanya. Kombinasi-kombinasi baru sifat yang diwariskan oleh kedua orang tua dinamakan rekombinasi genetik. Salah satu desain yang menimbulkan rekombinasi genetik terjadi pada tahap profase meiosis I melalui peristiwa crossing over (pindah silang). Crossing over memungkinkan adanya pertukaran fragmen antar kromosom sehingga kromosom yang akan diwariskan kepada keturunan berupa kromosom rekombinan. Crossing over mengkombinasikan DNA yang diwarisi dari kedua orang tua menjadi sebuah kromosom rekombinan tunggal yang merupakan sumber variasi genetik yang penting dalam kehidupan manusia.

Alloh SWT menciptakan kita melalui proses yang didesain sedemikian rupa dengan tingkat ketelitian yang mahateliti. Pemahaman terhadap rancangan yang begitu cerdas mampu mengantarkan kita kepada keyakinan murni kepada Alloh SWT sebagai sang Pencipta. Proses-proses alamiah yang terjadi dalam setiap tahap penciptaan manusia, yang terjadi pula dalam tubuh kita sendiri, bukanlah terjadi karena faktor alam atau adaptasi, tetapi memang sudah dirancang oleh Alloh yang Maha Berilmu.

We are The Champion

Sejak lahir, setiap pribadi manusia diciptakan sebagai sang juara. Mengapa demikian? Karena jika kita teliti bahwa dalam proses penciptaannya, kita berasal dari dua sel gamet dari ayah dan ibu. Dari sekian juta sel gamet dari ayah, hanya satu sel gamet dari ayah yang mampu bersatu dengan sel gamet dari ibu dengan berbagai proses yang dirancang superteliti. Jadi setiap manusia yang lahir adalah sang juara.

Alloh memilih kita sebagai sang juara yang lahir dan menjadi seorang manusia dengan karakter khas yang kita miliki masing-masing sebagai seorang pribadi. Maka kita hargai perbedaan-perbedaan yang ada di sekitar kita, karena setiap perbedaan di antara manusia itu adalah hasil dari rancangan atau desain dari Alloh SWT sebagai Sang Kholiq. Namun yang perlu kita ingat bersama bahwa Alloh tidak akan menilai kemuliaan kita dari sifat-sifat yang diturunkan sebagai kombinasi sifat dari kedua orang tua kita. Tetapi yang dinilai sebagai kemuliaan di antara perbedaan itu hanya satu yakni ketakwaannya. Sebagaimana firman Alloh : “Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertakwa” (Q.S. Al Hujurot : 13).

Kategori:Tausiyah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s